Sabtu, 26 September 2015

3 Orang Sukses Karena Bekerja Dan Berwirausaha


ORANG SUKSES KARENA BEKERJA
1.    Mario Teguh

Mario Teguh merupakan seorang motivator yang sangat terkenal di Indonesia. Nama asli dari Mario Teguh adalah Sis Maryono Teguh. Dia lebih kenal dengan nama Mario Teguh. Keahliannya dalam merangkai kata-kata bijak membuat daya tarik tersendiri bagi pria kelahiran Makassar ini. Mario Teguh lahir pada tanggal 5 Maret 1986. Beliau belajar di IKIP Malang untuk program S1 dengan mengambil konsentrasi dalam bidang pendidikan. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama Siti Maria dan seorang ayah yang bernama Gozali Teguh. Di awal karirnya setelah menyelesaikan kuliahnya, Mario Teguh mengawalinya karirnya bukan menjadi seorang entertainment melainkan menjadi seorang professional di City Bank. Sekaligus beliau menjadi Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab.
Pendidikan tidak hanya dilakukan di IKIP Malang akan tetapi media juga belajar di perguruan tinggi yang terdapat diluar negeri yaitu Sophia University yang terdapat di Tokyo. Konsentrasi yang diambil yaitu bidang International Bussines. Ternyata Mario Teguh juga bersekolah di New Trier West High Di Chicago. Pengalaman yang dimiliki memang sangatlah luas. Jadi tak heran jika dia mampu menjadi seorang yang handal saat ini.
Mario Teguh menjadi salah satu pengisi acara yang berada di salah satu stasiun TV. Acara yang dibawakannya juga merupakan acara yang dapat memotivasi serta menginspirasi para penonton yang menyaksikannya. Acara yang dipandunya yaitu Golden Ways. Acara tersebutlah yang membawakan dirinya menjadi sangat dikenal oleh public. Cara pembawaannya yang berwibawa namun tetap santai menjadi ciri khasnya ketika membawakan acara ini. Kepopulerannya tidak lepas dari berbagai kata kata bijak yang dikeluarkannya yang membuat orang takjub mendengarnya. 
Mario Teguh mendapatkan berbagai penghargaan yang diraihnya antara lain: beliau mendapatkan penghargaan dari MURI pada tahun 2003 karena telah mengadakan sebuah seminar yang memberikan door prize sebuah mobil. Ini merupakan door prize pertama terbesar di Indonesia dalam sebuah seminar. Selain itu pada tahun 2010, Mario Teguh mendapatkan penghargaan dari surat kabar Republika sebagai tokoh perubahan pada tahun 2009. Mario Teguh membuat beberapa buku yang laris dipasaran antara lain buku yang berjudul Becoming a Star, One Million Second Chances, Life Changer dan Leadership Golden Ways.
PENGALAMAN KARIR MARIO TEGUH
·         BIMC sebagai Head of Manager, Zamre Ab. Wahab
·         Citibank Indonesia (1983–1986) sebagai Head of Sales
·         BSB Bank (1986–1989) sebagai Manager Business Development
·         Aspac Bank (1990–1994) sebagai Vice President Marketing & Organization Development
·         Exnal Corp Jakarta (1994–sekarang) sebagai CEO dan Senior Consultant
·         Spesialisasi: Business Effectiveness Consultan
PENDIDIKAN MARIO TEGUH
·         Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
·         Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
·         Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
·         Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).
BUKU MARIO TEGUH
·         Becoming a Star (2006)
·         One Million Second Chances (2006)
·         Life Changer (2009)
·         Leadership Golden Ways (2009)
PENGHARGAAN MARIO TEGUH
·         2010 | Satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika.
·         2010 | Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook terbesar di Indonesia.
·         2003 | Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia

2.    Andrie Wongso

Andrie Wongso adalah motivator  asal Indonesia, yang lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat dirinya menyatakan diri sebagai The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia.
Kegemaran Andrie Wongso merangkai kata mutiara membuahkan hasil manis. Setelah sempat sukses di bisnis kartu ucapan lewat bendera Harvest, berbekal keterampilan yang sama, saat ini, Andrie mendulang sukses sebagai motivator.Pemilik PT Harvindo Perkasa, pemegang merek Harvest, adalah Andrie Wongso. Pria 57 tahun ini mengaku, di masa jayanya, produksi kartu Harvest bisa sampai 10 juta lembar semusim.
Pada tahun 1985, Andrie memulai bisnis kartu ucapan dari nol. Bermodal duit tabungan pribadi, dia membuat kartu ucapan di atas kertas kecil. Kertas yang semula berfungsi sebagai pembatas buku tersebut ia tulisi kata-kata mutiara karangannya sendiri.Andrie menawarkan kartunya ke sejumlah toko di Jakarta. Tapi, tidak mudah memasarkan produk yang masih dianggap remeh itu. Banyak toko menolaknya. Untung, akhirnya, ada toko di Pasar Pagi, Mangga Dua, yang bersedia menerima produknya. Saat itu, produk bermerek Harvest tersebut ia jual seharga Rp 100 per lembar.Tak disangka, kartu tersebut mendapat sambutan positif dari pasar dan cepat menjadi tren di kalangan anak muda. Roda bisnis Andrie pun makin kencang berputar. Produk Harvest mulai masuk ke toko-toko besar. Saking banyaknya penggemar, Andrie sampai mendirikan Harvest Fans Club, wadah bagi para pecinta produk ini.
Tapi, sebelum sukses membesarkan Harvest di Indonesia, Andrie harus melalui jalan hidup yang terjal. Pria asal Malang, Jawa Timur, ini tidak pernah lulus sekolah dasar (SD). Sebab, SD Mandarin tempatnya belajar dulu ditutup ketika pecah kerusuhan politik tahun 1965. Andrie yang berasal dari keluarga miskin tak mampu pindah ke SD umum. Ia harus puas menghabiskan masa kecil dengan membantu orang tuanya membuat aneka kue yang dititipkan di pasar.Berniat ingin sukses, tahun 1974, Andrie merantau ke Ibukota dan bekerja sebagai penjual sabun detergen keliling. Dia lalu berganti pekerjaan menjadi penjaga toko listrik di Kenari Jaya, Jakarta Pusat. “Upah saya saat itu sekitar Rp 30.000 per bulan,” kenangnya.
Tahun 1976, anak kedua dari tiga bersaudara ini mendirikan perguruan kungfu Hap Kun Do. Ini bukan kebetulan. Andrie memang memiliki kecakapan ilmu bela diri yang ia pelajari secara autodidak sejak kanak-kanak. Uang hasil mengajar kungfu ia kumpulkan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi bintang film kungfu.Cita-cita Andrie itu tercapai. Pada tahun 1980–1982, dia dikontrak oleh perusahaan Eterna Film, Hongkong. Cuma, kariernya sebagai bintang film tak menjanjikan. Ia tidak pernah menjadi pemeran utama. Dia hanya bisa puas lantaran cita-cita masa kecil tercapai.Andrie lantas memutuskan kembali ke Indonesia. Ia kembali mengelola perguruan kungfu. Di tengah aktivitas mengajar ini, bapak tiga anak ini sering menuangkan hobi menulis kata-kata mutiara yang ia ambil dari kisah hidupnya. Kumpulan kata-kata mutiara itulah yang kemudian memberi inspirasi untuk berbisnis kartu ucapan.
Namun, torehan manis Harvest tak langgeng. Ketika Indonesia terkena krisis moneter pada 1998, Andrie merasakan bisnis kartu ucapannya mulai porak-poranda. Namun, bukan cuma faktor ekonomi biang keladi satu-satunya.Sejak 2000, saat penggunaan telepon seluler (ponsel) mulai marak, bisnis kartu ucapan memang makin terpuruk. Alhasil, sejak 10 tahun silam, bisnis kartu ucapan Harvest mulai meredup. Kini, produk Harvest yang tersisa tinggal kertas isi ulang (looseleaf), kertas kado, dan tas sekolah anak. Namun, Andrie tetap menghadapi kondisi tersebut secara bijak dan pantang menyerah.Andrie lantas mengalihkan bisnisnya ke bidang motivasi. Kebetulan, sejak menggarap Harvest, dia kerap diundang menjadi pembicara untuk membagikan kisah hidupnya. Lama-lama, namanya mulai dikenal sebagai motivator.

3.    Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.


Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (lahir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, 21 Juni1962; umur 52 tahun) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015, menggantikan Akil Mochtar yang di berhentikan karena terlibat kasus suap sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten. Ia juga pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di Partai Bulan Bintang.
Hamdan Zoelva lahir dari pasangan TG. KH. Muhammad Hasan, BA, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin di Bima, dan Hj. Siti Zaenab. Hamdan menghabiskan masa kecil di Desa Parado, sekitar 50 kilometer dari Kota Bima. Ia dibesarkan dalam tradisi keluarga santri dan disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Menginjak kelas 4, ia dipindahkan ke Sekolah Dasar Negeri No. 4 Salama Nae Bima pada 1974, sambil menjalani pendidikan agama di Madrasah Diniyah. Setelah lulus SD, ia melanjutkannya ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Padolo Bima pada 1977, dan menamatkan pendidikan tingkat atasnya di Madrasah Aliyah Negeri Saleko Bima pada tahun 1981.
Gelar Sarjana Hukumnya ia dapatkan dari Universitas Hasanuddin, Makassar, di mana ia mengambil jurusan Hukum Internasional. Saat menjalani kuliah di Universitas Hassanuddin, ayahnya meminta Hamdan untuk mengambil pendidikan tinggi di bindang agama untuk melanjutkan tradisi keluarganya yang berlatar belakang pesantren. Karena itu, Hamdan memutuskan untuk mendaftar ke Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin, Makassar (1981-1984). Semasa mahasiswa, Hamdan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi HMI Indonesia Timur. Karena kegiatannya mengurus organisasi, ia memilih untuk melepas pendidikannya di IAIN Alaudin meski sudah berkuliah selama tiga tahun dan hampir mendapatkan gelar Sarjana Muda.
Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta (1998-2001), yang juga tidak diselesaikan. Pada tahun 2004, ia berhasil mendapatkan gelar Magister Hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan meraih gelar doktor S3 di bidang Ilmu Hukum Tata Negara dari universitas yang sama pada tahun 2010, dengan disertasi berjudul "Pemakzulan Presiden di Indonesia."Hamdan memulai kariernya ketika dengan menjadi asisten dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin serta Fakultas Syariah IAIN Makassar (1986-1987). Ia sempat melamar menjadi dosen, namun ditolak. Atas saran dosen pembimbingnya, ia merantau ke Jakarta dan bekerja selama tiga tahun sebagai Asisten Pengacara & Konsultan Hukum pada Law Office OC. Kaligis & Associates Jakarta, yang secara khusus menangani bidang Non Litigasi, pembuatan kontrak & perjanjian - perjanjian dagang, investasi PMA, perburuhan, negosiasi dan lain-lain sebelum akhirnya mendirikan kantor hukum sendiri, SPJH&J Law Firm. Pada tahun 1989, diangkat dan dilantik sebagai pengacara dalam lingkungan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di tahun 1997, Hamdan memutuskan untuk memisahkan diri dan membangun kantor advokat Hamdan, Sujana, Januardi, dan Partner (HSJ&P) hingga dibubarkan tahun 2004.

ORANG SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA
1.      Hj. HARFANA ALWI
Hj. Harfana Alwi atau akrab dipanggil dengan Anha ini merupakan seorang pengusaha sukses asal Kota Bone Sulawesi Selatan dengan Nama Perusahaannya yaitu PT Harfana Halim Indah. Anha ini, lahir di Watampone Kabupaten Bone pada Tanggal 26 September 1990, merupakan anak pertama dari 3 (tiga) bersaudara. Ia termasuk seorang anak yang lahir dari keluarga yang berada, ia memiliki banyak skali skill (kemampuan) dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Sekarang ini, Anha sedang menempuh pendidikannya di Jurusan Kedokteran Umum Universitas Hasanuddin, dibalik kesibukannya tersebut, Ia juga merupakan Pimpinan Utama (Direktur) dari Perusahannya tersebut.
 Perusahaan PT Harfana Halim Indah yang dikelola oleh Harfana ini asal mulanya, ditangani oleh Ayahnya (H.Muhammad Alwi), ia hanya melanjutkan perjuangan dan cita-cita Ayahnya.
Usaha ini mempunyai sejarah sebagai Berikut:
Usaha ini sebelumnya dibangun oleh Ayah dari Sdri. HJ.Harfana Alwi yaitu H.Muhammad. Alwi yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang gigi. Ia memulai usahanya dengan mengumpulkan modal sedikit demi sedikit ke dalam tabungannya yaitu BRI hingga mencukupi untuk meraih impiannya tersebut. Modal tersebut dikumpulkannya dari usahanya sebagai tukang gigi, dan modal tambahan yang diberikan dari kakek Sdrii HJ.Harfana Alwi yang bekerja sebagai petani. Usaha ini pada awalnya berkembang dengan sangat lambat disebabkan oleh factor modal, namun dengan adanya peminjaman kredit pada Bank, maka usaha ini terus mengalami perkembangan. Setelah HJ.Harfana Alwi  berusia 17 tahun, ayahnya mewariskan atau memindahtangankan seluruhnya usaha ini kepadanya. Sehingga ia merasa pada usia tersebut sebagai usia yang menuntunnya untuk menjadi seorang wirausaha dari usaha yang dicetuskan oleh Ayahnya. Selama berada di tangan HJ.Harfana Alwi, usaha ini terus menerus mengalami perkembangan pesat, ia melakukan sedikit perubahan-perubahan pada organisasi usaha ini, dimana perubahan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi calon pembelinya.
          Yang menjadi trik utama dalam usaha Real Estate ini adalah, mencari lokasi atau sasaran pembangunan yang kurang persaingan dalam lokasi tersebut. Seperti di daerah perkotaan yang padat penduduk, namun kurang persaingan pada lokasi tersebut. Dalam usaha ini, dilakukan di daerah Bone, Bombana, dan Palopo. Maka dari hal tersebut, sehingga lahirlah suatu perusahaan yang besar, yang dikelolah oleh tangan-tangan yang terampil pada bidangnya masing-masing.
Berikut ini adalah sekilas tentang Perusahaan PT Harfana Halim Indah:
Jenis Usaha : Real Estate “Pengadaan Jual Beli Rumah dalam lingkungan suatu Perumahan”
Tanggal Berdiri    : Tahun 1985
Tempat Berdiri     : Watampone, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan
Modal awal          : Rp. 500.000,-
Sumber Modal      :Tabungan Sendiri (dari Usaha-usaha sebelumnya seperti Usaha Sebagai Tukang Gigi dan tambahan dari orang Tua)
Omset                   : Rp. 2.000.000.000,-/Bulan
Lokasi Usaha       : Tersebar di berbagai Provinsi di Pulau Sulawesi seperti Sulawesi Selatan pada umumnya, Sulawei tenggara, dan Sulawesi Tengara.
Pusat/Kantor Lokasi Usaha:
1.         Jalan Sambaloge Baru Watampone, Kabupaten Bone.
2.         Jalan Poros Palopo-Belopa, Kabupaten Palopo.
3.         Bombana, Sulawesi Tenggara
Nama-nama Perumahan:
1.                  BTN Harfana halim Indah Permai
2.                  BTN Harfana halim Indah Lestari
3.                  BTN Alam Indah Permai
4.                   BTN Permata Biru Indah Permai
5.                  BTN Bone Biru Indah Permai
6.                  Perumnas Tibojong Indah Permai
7.                  Taman Anggrek Indah Permai
8.                  Bombana Indah Permai
9.                  BTN Bombana Harfana Indah Permai
10.              Palopo Harfana Indah Permai

  
2.      Chairul Tanjung
         
Chairul Tanjung (lahir di Jakarta, 16 Juni 1962; umur 50 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.
Karier dan kehidupan
          Chairul dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.
Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
          Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.
        Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
        Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
       Di bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.
Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour, yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.
          Majalah ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar.
           Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam .
Latar belakang pendidikan
Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.
    SD Van Lith, Jakarta (1975)
    SMP Van Lith, Jakarta (1978)
    SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
    Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
    Executive IPPM (MBA; 1993)

3.      Jakob Oetama
          
 Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun), adalah wartawan dan salah satu pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.
            Jakob adalah putra seorang pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta.
Jakob kemudian melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM Yogyakarta.
            Karir jurnalistik Jakob dimulai ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni 1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV hingga universitas.
Pendidikan
    SD, Yogyakarta (1945)
    SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
    Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
    Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
    Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)

Pengalaman Bekerja
    Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
    Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
    Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
    Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
    Ketua Editor majalah bulanan Intisari
    Ketua Editor harian Kompas
    Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
    Presiden Direktur Kompas Gramedia
    Presiden Komisaris Kompas Gramedia
Karya Tulis
Kedudukan dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun 1962)
Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)
Keanggotaan Organisasi
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Anggota DPR Utusan Golongan Pers
Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
Anggota Dewan Penasihat PWI
Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.

Jakob Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat perjuangan beliau. 


Perbandingan Karakter Di Antara Kedua Orang Diatas

Sukses karena bekerja
Suskses karena berusaha
Memiliki keyakinan atau niat yang tinggi
Memiliki keyakinan atau niat yang tinggi
Berkomitmen pada pekerjaanya
Berani menangkap peluang usaha yang ada
Dapat membina hubungan sesama pekerja
Berani mengambil resiko
Bertanggung jawab
Mempunyai ide kreativ dan inofatif
Berani mengambil resiko
Pintar mencari relasi
Gigih dan tekun
Gigih dan tekun

Karakter Pada Kedua Orang Di Atas Yang Ingin Saya Miliki

Dari karakter karakter yang dimiliki oleh pekerja dan wirauhasa yang inginsaya miliki adalah kreativ dan inovatif, pantang mengeluh, berani megambil resiko, mencari dan memanfaatkan peluang, gigih dan tekun. Karena manurut saya sikap-sikap tersebut yang akan membawa pada jalan kesuksesan menjadi pekerja ataupun wirausaha.

Karakter Wirausha Yang Ingin Saya Miliki

Untuk menjadi wirausaha diperlukannya karakter-karakter tertentu untuk mendukung jiwa kewirausahaan seseorang dan karakter wirausaha yang ingi  saya miliki adalah :
1.      mencari peluang bisnis
2.      selalu berani mengambil resiko dan peluang bisnis
3.      bertanggung jawab
4.      bekerja keras

REFRANSI
safira. 2013. Profil Tokoh Pengusaha Sukses. http://safira82.blogspot.co.id/2013/06/10-profil-tokoh-pengusaha-sukses.html. Diakses 22 September 2015

Rosdiana. Ana. 2015. Tokoh Sukses Karena Bekerja. http://bloghamzah1995.blogspot.co.id/2015/03/3-tokoh-sukses-karena-bekerja-dan-3.html. Diakses 22 September 2015

Tamarizka, Amalia. 2012. Orang-orang Indonesia yang sukses Berasal dari Keluarga Miskin. http://amaliatamarizka.blogspot.co.id/2012/09/blog-post.html. Diakses 23 September 2015

Anonym. 2014. Profil dan Biografi Mario Teguh. http://www.profilpedia.com/2014/05/profil-dan-biografi-mario-teguh.html. Diakses 23  September 2015