ORANG SUKSES KARENA BEKERJA
1. Mario Teguh
Mario
Teguh merupakan seorang motivator yang sangat terkenal di Indonesia. Nama asli
dari Mario Teguh adalah Sis Maryono Teguh. Dia lebih kenal dengan nama Mario
Teguh. Keahliannya dalam merangkai kata-kata bijak membuat daya tarik
tersendiri bagi pria kelahiran Makassar ini. Mario Teguh lahir pada tanggal 5
Maret 1986. Beliau belajar di IKIP Malang untuk program S1 dengan mengambil
konsentrasi dalam bidang pendidikan. Beliau lahir dari seorang ibu yang bernama
Siti Maria dan seorang ayah yang bernama Gozali Teguh. Di awal karirnya setelah
menyelesaikan kuliahnya, Mario Teguh mengawalinya karirnya bukan menjadi
seorang entertainment melainkan menjadi seorang professional di City Bank.
Sekaligus beliau menjadi Head of Manager di BIMC, Zamre Ab. Wahab.
Pendidikan
tidak hanya dilakukan di IKIP Malang akan tetapi media juga belajar di
perguruan tinggi yang terdapat diluar negeri yaitu Sophia University yang
terdapat di Tokyo. Konsentrasi yang diambil yaitu bidang International
Bussines. Ternyata Mario Teguh juga bersekolah di New Trier West High Di
Chicago. Pengalaman yang dimiliki memang sangatlah luas. Jadi tak heran jika
dia mampu menjadi seorang yang handal saat ini.
Mario
Teguh menjadi salah satu pengisi acara yang berada di salah satu stasiun TV.
Acara yang dibawakannya juga merupakan acara yang dapat memotivasi serta
menginspirasi para penonton yang menyaksikannya. Acara yang dipandunya yaitu
Golden Ways. Acara tersebutlah yang membawakan dirinya menjadi sangat dikenal
oleh public. Cara pembawaannya yang berwibawa namun tetap santai menjadi ciri
khasnya ketika membawakan acara ini. Kepopulerannya tidak lepas dari berbagai kata kata bijak yang dikeluarkannya yang membuat orang takjub
mendengarnya.
Mario Teguh mendapatkan berbagai penghargaan yang diraihnya antara
lain: beliau mendapatkan penghargaan dari MURI pada tahun 2003 karena telah
mengadakan sebuah seminar yang memberikan door prize sebuah mobil. Ini merupakan
door prize pertama terbesar di Indonesia dalam sebuah seminar. Selain itu pada
tahun 2010, Mario Teguh mendapatkan penghargaan dari surat kabar Republika
sebagai tokoh perubahan pada tahun 2009. Mario Teguh membuat beberapa buku yang
laris dipasaran antara lain buku yang berjudul Becoming a Star, One Million
Second Chances, Life Changer dan Leadership Golden Ways.
PENGALAMAN KARIR MARIO TEGUH
·
BIMC
sebagai Head of Manager, Zamre Ab. Wahab
·
Citibank
Indonesia (1983–1986) sebagai Head of Sales
·
BSB
Bank (1986–1989) sebagai Manager Business Development
·
Aspac
Bank (1990–1994) sebagai Vice President Marketing & Organization
Development
·
Exnal
Corp Jakarta (1994–sekarang) sebagai CEO dan Senior Consultant
·
Spesialisasi:
Business Effectiveness Consultan
PENDIDIKAN MARIO TEGUH
·
Jurusan
Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat,
1975.
·
Jurusan
Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Malang (S-1).
·
Jurusan
International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
·
Jurusan
Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).
BUKU MARIO TEGUH
·
Becoming
a Star (2006)
·
One
Million Second Chances (2006)
·
Life
Changer (2009)
·
Leadership
Golden Ways (2009)
PENGHARGAAN MARIO TEGUH
·
2010
| Satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika.
·
2010
| Museum Rekor Indonesia sebagai motivator dengan halaman penggemar Facebook
terbesar di Indonesia.
·
2003
| Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil
pertama di Indonesia
2. Andrie
Wongso
Andrie Wongso adalah
motivator asal Indonesia, yang lebih
dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya untuk berbagi
semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana
tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat dirinya menyatakan diri
sebagai The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia.
Kegemaran Andrie Wongso merangkai kata
mutiara
membuahkan hasil manis. Setelah sempat sukses di bisnis kartu ucapan
lewat bendera Harvest, berbekal keterampilan yang sama, saat ini, Andrie
mendulang sukses sebagai motivator.Pemilik PT Harvindo Perkasa, pemegang
merek Harvest, adalah Andrie Wongso. Pria 57 tahun ini mengaku, di masa
jayanya, produksi kartu Harvest bisa sampai 10 juta lembar semusim.
Pada tahun 1985, Andrie
memulai bisnis kartu ucapan dari nol. Bermodal duit tabungan pribadi, dia
membuat kartu ucapan di atas kertas kecil. Kertas yang semula berfungsi sebagai
pembatas buku tersebut ia tulisi kata-kata mutiara karangannya sendiri.Andrie
menawarkan kartunya ke sejumlah toko di Jakarta. Tapi, tidak mudah memasarkan
produk yang masih dianggap remeh itu. Banyak toko menolaknya. Untung, akhirnya,
ada toko di Pasar Pagi, Mangga Dua, yang bersedia menerima produknya. Saat itu,
produk bermerek Harvest tersebut ia jual seharga Rp 100 per lembar.Tak
disangka, kartu tersebut mendapat sambutan positif dari pasar dan cepat menjadi
tren di kalangan anak muda. Roda bisnis Andrie pun makin kencang berputar.
Produk Harvest mulai masuk ke toko-toko besar. Saking banyaknya penggemar,
Andrie sampai mendirikan Harvest Fans Club, wadah bagi para pecinta produk ini.
Tapi, sebelum sukses
membesarkan Harvest di Indonesia, Andrie harus melalui jalan hidup yang terjal.
Pria asal Malang, Jawa Timur, ini tidak pernah lulus sekolah dasar (SD). Sebab,
SD Mandarin tempatnya belajar dulu ditutup ketika pecah kerusuhan politik tahun
1965. Andrie yang berasal dari keluarga miskin tak mampu pindah ke SD umum. Ia
harus puas menghabiskan masa kecil dengan membantu orang tuanya membuat aneka
kue yang dititipkan di pasar.Berniat ingin sukses, tahun 1974, Andrie merantau
ke Ibukota dan bekerja sebagai penjual sabun detergen keliling. Dia lalu
berganti pekerjaan menjadi penjaga toko listrik di Kenari Jaya, Jakarta Pusat.
“Upah saya saat itu sekitar Rp 30.000 per bulan,” kenangnya.
Tahun 1976, anak kedua dari
tiga bersaudara ini mendirikan perguruan kungfu Hap Kun Do. Ini bukan
kebetulan. Andrie memang memiliki kecakapan ilmu bela diri yang ia pelajari secara
autodidak sejak kanak-kanak. Uang hasil mengajar kungfu ia kumpulkan untuk
mewujudkan cita-citanya menjadi bintang film kungfu.Cita-cita Andrie itu
tercapai. Pada tahun 1980–1982, dia dikontrak oleh perusahaan Eterna Film,
Hongkong. Cuma, kariernya sebagai bintang film tak menjanjikan. Ia tidak pernah
menjadi pemeran utama. Dia hanya bisa puas lantaran cita-cita masa kecil
tercapai.Andrie lantas memutuskan kembali ke Indonesia. Ia kembali mengelola
perguruan kungfu. Di tengah aktivitas mengajar ini, bapak tiga anak ini sering
menuangkan hobi menulis kata-kata mutiara yang ia ambil dari kisah hidupnya.
Kumpulan kata-kata mutiara itulah yang kemudian memberi inspirasi untuk
berbisnis kartu ucapan.
Namun, torehan manis Harvest
tak langgeng. Ketika Indonesia terkena krisis moneter pada 1998, Andrie
merasakan bisnis kartu ucapannya mulai porak-poranda. Namun, bukan cuma faktor
ekonomi biang keladi satu-satunya.Sejak 2000, saat penggunaan telepon seluler
(ponsel) mulai marak, bisnis kartu ucapan memang makin terpuruk. Alhasil, sejak
10 tahun silam, bisnis kartu ucapan Harvest mulai meredup. Kini, produk Harvest
yang tersisa tinggal kertas isi ulang (looseleaf), kertas kado, dan tas sekolah
anak. Namun, Andrie tetap menghadapi kondisi tersebut secara bijak dan pantang
menyerah.Andrie lantas mengalihkan bisnisnya ke bidang motivasi. Kebetulan,
sejak menggarap Harvest, dia kerap diundang menjadi pembicara untuk membagikan
kisah hidupnya. Lama-lama, namanya mulai dikenal sebagai motivator.
3. Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.
Dr. Hamdan
Zoelva, S.H., M.H. (lahir di Kota Bima, Nusa Tenggara
Barat, 21 Juni1962; umur 52 tahun) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode
2013-2015, menggantikan Akil Mochtar yang di berhentikan karena terlibat kasus
suap sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten. Ia juga pernah menjabat sebagai salah
satu pengurus di Partai Bulan Bintang.
Hamdan Zoelva lahir dari pasangan TG.
KH. Muhammad Hasan, BA, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin
di Bima, dan Hj. Siti Zaenab. Hamdan menghabiskan masa kecil di Desa Parado,
sekitar 50 kilometer dari Kota Bima. Ia dibesarkan dalam tradisi keluarga
santri dan disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Menginjak kelas 4, ia
dipindahkan ke Sekolah Dasar Negeri No. 4 Salama Nae Bima
pada 1974, sambil menjalani pendidikan agama di Madrasah Diniyah. Setelah lulus
SD, ia melanjutkannya ke Madrasah Tsanawiyah Negeri Padolo Bima pada 1977, dan
menamatkan pendidikan tingkat atasnya di Madrasah Aliyah Negeri Saleko Bima
pada tahun 1981.
Gelar Sarjana Hukumnya ia dapatkan dari Universitas Hasanuddin, Makassar, di mana ia mengambil jurusan Hukum Internasional.
Saat menjalani kuliah di Universitas Hassanuddin, ayahnya meminta Hamdan untuk
mengambil pendidikan tinggi di bindang agama untuk melanjutkan tradisi
keluarganya yang berlatar belakang pesantren. Karena itu, Hamdan memutuskan
untuk mendaftar ke Fakultas Syari'ah IAIN Alaudin, Makassar (1981-1984). Semasa
mahasiswa, Hamdan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, salah satunya
adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di organisasi tersebut, ia menjabat
sebagai Ketua Badan Koordinasi HMI Indonesia Timur. Karena kegiatannya mengurus
organisasi, ia memilih untuk melepas pendidikannya di IAIN Alaudin meski sudah
berkuliah selama tiga tahun dan hampir mendapatkan gelar Sarjana Muda.
Ia juga sempat mengenyam pendidikan di
Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta (1998-2001), yang juga tidak
diselesaikan. Pada tahun 2004, ia berhasil mendapatkan gelar Magister Hukum
dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan meraih gelar doktor S3 di bidang Ilmu Hukum
Tata Negara dari universitas yang sama pada tahun 2010, dengan disertasi
berjudul "Pemakzulan Presiden di Indonesia."Hamdan memulai kariernya
ketika dengan menjadi asisten dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
serta Fakultas Syariah IAIN Makassar (1986-1987). Ia sempat melamar menjadi
dosen, namun ditolak. Atas saran dosen pembimbingnya, ia merantau ke Jakarta
dan bekerja selama tiga tahun sebagai Asisten Pengacara & Konsultan Hukum
pada Law Office OC. Kaligis & Associates Jakarta, yang secara khusus
menangani bidang Non Litigasi, pembuatan kontrak & perjanjian - perjanjian
dagang, investasi PMA, perburuhan, negosiasi dan lain-lain sebelum akhirnya
mendirikan kantor hukum sendiri, SPJH&J Law Firm. Pada tahun 1989, diangkat dan
dilantik sebagai pengacara dalam lingkungan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Di
tahun 1997, Hamdan memutuskan untuk memisahkan diri dan membangun kantor
advokat Hamdan, Sujana, Januardi, dan Partner (HSJ&P) hingga dibubarkan
tahun 2004.
ORANG SUKSES KARENA BERWIRAUSAHA
1. Hj. HARFANA ALWI
Hj. Harfana Alwi atau akrab dipanggil dengan Anha ini
merupakan seorang pengusaha sukses asal Kota Bone Sulawesi Selatan dengan Nama
Perusahaannya yaitu PT Harfana Halim Indah. Anha ini, lahir di Watampone
Kabupaten Bone pada Tanggal 26 September 1990, merupakan anak pertama dari 3
(tiga) bersaudara. Ia termasuk seorang anak yang lahir dari keluarga yang
berada, ia memiliki banyak skali skill (kemampuan) dalam berbagai bidang,
khususnya dalam bidang kewirausahaan. Sekarang ini, Anha sedang menempuh
pendidikannya di Jurusan Kedokteran Umum Universitas Hasanuddin, dibalik
kesibukannya tersebut, Ia juga merupakan Pimpinan Utama (Direktur) dari
Perusahannya tersebut.
Perusahaan
PT Harfana Halim Indah yang dikelola oleh Harfana ini asal mulanya, ditangani
oleh Ayahnya (H.Muhammad Alwi), ia hanya melanjutkan perjuangan dan cita-cita
Ayahnya.
Usaha
ini mempunyai sejarah sebagai Berikut:
Usaha ini sebelumnya dibangun oleh Ayah
dari Sdri. HJ.Harfana Alwi yaitu H.Muhammad. Alwi yang sebelumnya berprofesi
sebagai tukang gigi. Ia memulai usahanya dengan mengumpulkan modal sedikit demi
sedikit ke dalam tabungannya yaitu BRI hingga mencukupi untuk meraih impiannya
tersebut. Modal tersebut dikumpulkannya dari usahanya sebagai tukang gigi, dan
modal tambahan yang diberikan dari kakek Sdrii HJ.Harfana Alwi yang bekerja
sebagai petani. Usaha ini pada awalnya berkembang dengan sangat lambat disebabkan
oleh factor modal, namun dengan adanya peminjaman kredit pada Bank, maka usaha
ini terus mengalami perkembangan. Setelah HJ.Harfana Alwi berusia 17 tahun, ayahnya mewariskan
atau memindahtangankan seluruhnya usaha ini kepadanya. Sehingga ia merasa pada usia tersebut sebagai usia
yang menuntunnya untuk menjadi seorang wirausaha dari usaha yang dicetuskan
oleh Ayahnya. Selama berada di tangan HJ.Harfana Alwi, usaha ini terus menerus
mengalami perkembangan pesat, ia melakukan sedikit perubahan-perubahan pada
organisasi usaha ini, dimana perubahan ini memberikan manfaat yang sangat besar
bagi calon pembelinya.
Yang menjadi trik utama dalam usaha Real Estate ini adalah, mencari lokasi atau sasaran pembangunan yang kurang
persaingan dalam lokasi tersebut. Seperti di daerah perkotaan yang padat
penduduk, namun kurang persaingan pada lokasi tersebut. Dalam usaha ini,
dilakukan di daerah Bone, Bombana, dan Palopo. Maka dari hal tersebut, sehingga
lahirlah suatu perusahaan yang besar, yang dikelolah oleh tangan-tangan yang
terampil pada bidangnya masing-masing.
Berikut ini adalah sekilas tentang
Perusahaan PT Harfana Halim Indah:
Jenis Usaha : Real Estate “Pengadaan Jual Beli Rumah dalam lingkungan suatu Perumahan”
Jenis Usaha : Real Estate “Pengadaan Jual Beli Rumah dalam lingkungan suatu Perumahan”
Tanggal Berdiri : Tahun 1985
Tempat Berdiri : Watampone, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan
Modal awal :
Rp. 500.000,-
Sumber
Modal :Tabungan Sendiri (dari Usaha-usaha
sebelumnya seperti Usaha Sebagai Tukang Gigi dan tambahan dari orang Tua)
Omset :
Rp. 2.000.000.000,-/Bulan
Lokasi Usaha : Tersebar di berbagai Provinsi di Pulau Sulawesi seperti
Sulawesi Selatan pada umumnya, Sulawei tenggara, dan Sulawesi Tengara.
Pusat/Kantor Lokasi Usaha:
1. Jalan Sambaloge Baru Watampone,
Kabupaten Bone.
2. Jalan Poros Palopo-Belopa,
Kabupaten Palopo.
3. Bombana, Sulawesi Tenggara
Nama-nama Perumahan:
1.
BTN
Harfana halim Indah Permai
2.
BTN
Harfana halim Indah Lestari
3.
BTN
Alam Indah Permai
4.
BTN Permata Biru Indah Permai
5.
BTN
Bone Biru Indah Permai
6.
Perumnas
Tibojong Indah Permai
7.
Taman
Anggrek Indah Permai
8.
Bombana
Indah Permai
9.
BTN
Bombana Harfana Indah Permai
10.
Palopo
Harfana Indah Permai
2.
Chairul
Tanjung
Karier dan kehidupan
Chairul dilahirkan di Jakarta
dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman
orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada dalam
keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha
ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat
itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal
di kamar losmen yang sempit.
Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA
Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas
Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan
ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat
Nasional 1984-1985.
Demi memenuhi kebutuhan kuliah,
Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan
lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul
juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di
bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut.
Selepas kuliah, Chairul pernah
mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal
awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk
ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung
mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena
perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan
usaha sendiri. Kepiawaiannya membangun
jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang.
Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga
bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia
mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega.
Ia menamakan perusahaan
tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti
Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding,
yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan
investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
Di
bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang
finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi
Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega
Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut
membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah
Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia,
Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans
Lifestyle, dan Trans Studio.
Khusus di bisnis properti, Para Group
memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar
rupiah. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business
District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group
melalui anak perusahaannya, Trans Corp., membeli sebagian besar saham Carefour,
yakni sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum
of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12
Maret 2010 di Perancis.
Majalah ternama Forbes merilis
daftar orang terkaya dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah
tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal
Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937
dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul
Tanjung menduduki peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total
kekayaan US$ 2,1 miliar.
Pada tanggal 1 Desember 2011,
Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri
dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global
Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan,
dan sumber daya alam .
Latar belakang pendidikan
Berikut selengkapnya latar belakang
pendidikan seorang Chairul Tanjung.
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SMP Van Lith, Jakarta
(1978)
SMA Negeri I Boedi
oetomo, Jakarta (1981)
Fakultas Kedokteran
Gigi, Universitas Indonesia (1987)
Executive IPPM (MBA;
1993)
3.
Jakob
Oetama
Dr (HC) Jakob Oetama (lahir di Borobudur,
Magelang, 27 September 1931; umur 81 tahun), adalah wartawan dan salah satu
pendiri Surat Kabar Kompas. Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia,
Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi
Wartawan ASEAN.
Jakob adalah putra seorang
pensiunan guru di Sleman, Yogyakarta. Setelah lulus SMA (Seminari) di
Yogyakarta, ia mengajar di SMP Mardiyuwana (Cipanas, Jawa Barat) dan SMP Van
Lith Jakarta. Tahun 1955, ia menjadi redaktur mingguan Penabur di Jakarta.
Jakob kemudian melanjutkan studinya di
Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Sosial Politik UGM
Yogyakarta.
Karir jurnalistik Jakob dimulai
ketika menjadi redaktur Mingguan Penabur tahun 1956 dan berlanjut dengan
mendirikan majalah Intisari tahun 1963 bersama P.K. Ojong, yang mungkin
diilhami majalah Reader's Digest dari Amerika. Dua tahun kemudian, 28 Juni
1965, bersama Ojong, Jacob mendirikan harian Kompas yang dikelolanya hingga
kini. Tahun 80-an Kompas Gramedia Group mulai berkembang pesat, terutama dalam
bidang komunikasi. Saat ini, Kompas Gramedia Group memiliki beberapa anak
perusahaan/bisnis unit yang bervariatif dari media massa, toko buku,
percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, stasiun TV
hingga universitas.
Pendidikan
SD, Yogyakarta (1945)
SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)
SD, Yogyakarta (1945)
SMA Seminari, Yogyakarta (1951)
Sekolah Guru Jurusan B-1 Ilmu Sejarah, Jakarta (1956)
Perguruan Tinggi Publisistik, Jakarta (1959)
Jurusan Publisistik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (1961)
Pengalaman
Bekerja
Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
Ketua Editor majalah bulanan Intisari
Ketua Editor harian Kompas
Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
Presiden Direktur Kompas Gramedia
Presiden Komisaris Kompas Gramedia
Guru SMP Mardijuwana, Cipanas (1952-1953)
Guru Sekolah Guru Bantu (SGB), Bogor (1953-1954)
Guru SMP Van Lith, Jakarta (1954-1956)
Redaktur Mingguan Penabur (1956-1963)
Ketua Editor majalah bulanan Intisari
Ketua Editor harian Kompas
Pemimpin Umum/Redaksi Kompas
Presiden Direktur Kompas Gramedia
Presiden Komisaris Kompas Gramedia
Karya
Tulis
Kedudukan
dan Fungsi Pers dalam Sistem Demokrasi Terpimpin (skripsi di Fisipol UGM tahun
1962)
Dunia
Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)
Keanggotaan Organisasi
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Anggota DPR Utusan Golongan Pers
Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
Anggota Dewan Penasihat PWI
Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
Bersyukur dan Menggugat Diri (Penerbit Buku Kompas, 2009)
Keanggotaan Organisasi
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Anggota DPR Utusan Golongan Pers
Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
Anggota Dewan Penasihat PWI
Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
Anggota Asosiasi International Alumni
Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen
Serikat Penerbit Surat Kabar.
Jakob
Oetama telah banyak berbagi pengalaman untuk para wirausahawan yang ada di
tanah air, sehingga banyak orang yang sukses karena mengadopsi semangat
perjuangan beliau.
Perbandingan
Karakter Di Antara Kedua Orang Diatas
|
Sukses
karena bekerja
|
Suskses
karena berusaha
|
|
Memiliki keyakinan
atau niat yang tinggi
|
Memiliki keyakinan
atau niat yang tinggi
|
|
Berkomitmen pada pekerjaanya
|
Berani menangkap peluang usaha
yang ada
|
|
Dapat membina
hubungan sesama pekerja
|
Berani mengambil resiko
|
|
Bertanggung jawab
|
Mempunyai ide kreativ dan inofatif
|
|
Berani mengambil resiko
|
Pintar mencari relasi
|
|
Gigih dan tekun
|
Gigih dan tekun
|
Karakter
Pada Kedua Orang Di Atas Yang Ingin Saya Miliki
Dari karakter karakter yang dimiliki oleh
pekerja dan wirauhasa yang inginsaya miliki adalah kreativ dan inovatif, pantang mengeluh, berani megambil resiko, mencari dan memanfaatkan
peluang, gigih dan tekun. Karena manurut saya
sikap-sikap tersebut yang akan membawa pada jalan kesuksesan menjadi pekerja
ataupun wirausaha.
Karakter
Wirausha Yang Ingin Saya Miliki
Untuk menjadi wirausaha diperlukannya
karakter-karakter tertentu untuk mendukung jiwa kewirausahaan seseorang dan
karakter wirausaha yang ingi saya miliki
adalah :
1. mencari
peluang bisnis
2. selalu
berani mengambil resiko dan peluang bisnis
3. bertanggung jawab
4. bekerja keras
REFRANSI
safira.
2013. Profil Tokoh Pengusaha Sukses.
http://safira82.blogspot.co.id/2013/06/10-profil-tokoh-pengusaha-sukses.html.
Diakses 22 September 2015
Rosdiana.
Ana. 2015. Tokoh Sukses Karena Bekerja. http://bloghamzah1995.blogspot.co.id/2015/03/3-tokoh-sukses-karena-bekerja-dan-3.html.
Diakses 22
September 2015
Tamarizka,
Amalia. 2012. Orang-orang Indonesia yang sukses Berasal dari Keluarga Miskin.
http://amaliatamarizka.blogspot.co.id/2012/09/blog-post.html. Diakses 23 September 2015
Anonym.
2014. Profil dan Biografi Mario Teguh. http://www.profilpedia.com/2014/05/profil-dan-biografi-mario-teguh.html. Diakses 23 September 2015


